Tiga Santri MTsS DMP Diniyyah Puteri Raih Honorable Mention di FSB Bidang OSEBI 2026 Asyarah, Voneisha, dan Noura Tunjukkan Kreativitas Lewat Puisi dan Dongeng
Tiga Santri MTsS DMP Diniyyah Puteri Raih Honorable Mention di FSB Bidang OSEBI 2026

Keterangan Gambar : Noura, Voneisha dan Asyarah di Gedung UTCC (Universitas Terbuka Convention Center)


Tiga orang santri MTsS DMP Diniyyah Puteri terpilih sebagai finalis Lomba Festival Sains dan Budaya (FSB) bidang OSEBI. Didampingi satu orang guru pembimbing, para finalis bertolak ke Tangerang Selatan, Banten, untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada 20–23 Januari 2026 dan berlokasi di UTCC serta Kharisma Bangsa School. Adapun tiga santri yang berhasil melaju sebagai finalis adalah Asyarah Bahiya sebagai finalis Lomba Penampilan Puisi tingkat SMP/MTs, Voneisha Tiova Shaquilla sebagai finalis Lomba Mendongeng tingkat SMP/MTs, serta Noura Latifah Azzahra sebagai finalis Lomba Mendongeng tingkat SMP/MTs.

Umi Nilla Wati selaku guru pembimbing menyampaikan bahwa pengalaman ini sangat berharga. “Alhamdulillah, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para santri, tetapi juga bagi guru pembimbing. Hal ini menjadi tolak ukur bagi diri kami untuk terus meningkatkan kreativitas dalam berkarya serta melatih jiwa sportivitas santri. Selain itu, para santri juga dapat mengembangkan wawasan dan memperluas pengalaman melalui kegiatan pelatihan kepemimpinan serta bertukar pikiran dengan para finalis dari berbagai daerah”, ujarnya.

Pada penampilan puisi, Asyarah membawakan puisi berjudul “Tangis Pohon Jati”. Puisi tersebut mengisahkan pembabatan hutan secara semena-mena oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan sudut pandang sebatang pohon jati tua sebagai saksi bisu perusakan alam. Asyarah menampilkan puisi tersebut dengan penghayatan yang kuat, memadukan emosi marah dan sedih, sehingga mampu menghadirkan suasana haru di dalam ruangan. Penampilannya semakin berkesan dengan dukungan latar video yang menggambarkan dampak penggundulan hutan, seperti bencana lumpur Lapindo dan tanah longsor, yang disusun oleh Naira dan Fadilla.

Sementara itu, penampilan Noura dan Voneisha juga tak kalah menarik. Keduanya membawakan dongeng yang berakar dari budaya Minangkabau. Noura menampilkan dongeng tentang dadiah, yoghurt tradisional masyarakat Minang hingga saat ini, sementara Voneisha membawakan dongeng mengenai perjuangan seorang nelayan dengan latar Danau Singkarak dan ikan bilih yang terkenal di seluruh ranah Minang.

Kepala Madrasah, Umi Rasyidah Z. Day, menambahkan, “Selain menampilkan karya masing-masing, ajang ini menjadi kesempatan bagi para santri untuk menimba pengalaman dan belajar hal baru. Kegiatan ini juga melatih sikap dan karakter mereka, seperti sabar, syukur, disiplin, tanggung jawab, dan ikhlas. Apapun hasilnya, yang penting sudah berusaha maksimal dan mengambil pengalaman dari setiap proses, agar terus menjadi manusia pembelajar”.

Salah satu finalis, Noura Latifah Azzahra, menyampaikan pengalamannya selama mengikuti ajang tersebut. Menurut Noura, kegiatan ini memberinya banyak pengalaman baru, mulai dari kesempatan berkenalan dengan banyak orang hingga mengasah kemampuan public speaking. Ia juga merasa lebih percaya diri dalam bersosialisasi dengan kakak tingkat, teman sebaya, maupun adik-adik.

“Semoga ke depannya kemampuan mendongeng saya bisa lebih ekspresif dan dinamis, terutama dalam pengembangan storyline dan konflik ceritanya,” ujar Noura. Ia bersyukur diberikan kesempatan mengikuti ajang ini karena selain menambah pengalaman, juga memperluas relasi dan mempererat kebersamaan dengan teman-teman. Noura juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang tua, Kepala Madrasah Umi Rasyidah Z. Day, Wakil Kesiswaan Umi Restu, guru pembimbing Umi Nila, serta teman-teman finalis dari MTsS DMP dan teman-teman seangkatan yang telah memberikan dukungan.

Ia pun memberikan motivasi untuk adik-adik yang akan mengikuti ajang serupa: “Semangat! Jangan malu mencoba hal baru dan jangan gengsi. Jika ada sesuatu yang menarik minatmu, lakukan saja”.

Alhamdulillah, dalam ajang ini para santri berhasil meraih Honorable Mention, dengan Asyarah menempati peringkat pertama, Voneisha peringkat ketujuh, dan Noura peringkat kedelapan. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, latihan, dan semangat belajar para santri membuahkan hasil, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi berikutnya untuk terus berkarya dan mengembangkan diri. 



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)