
Keterangan Gambar : Ekstrakurikuler Panahan
MTsS DMP Diniyyah Puteri terus mengembangkan
potensi santri melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya adalah ekstrakurikuler
panahan. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan minat dan bakat santri di
bidang olahraga sunnah yang sarat nilai kedisiplinan, ketelitian, focus dan
pengendalian diri.
Ekstrakurikuler panahan di MTsS DMP Diniyyah
Puteri dilaksanakan secara rutin dengan bimbingan pelatih berpengalaman, Ustad M. Fikri Hadi yang akrab disapa Ustadz
Panji. Menurut beliau, kegiatan ini telah menjadi salah satu sarana
pengembangan diri santri selama tiga tahun terakhir. Berawal dari inisiatif
untuk menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, ekstrakurikuler panahan kini
berkembang menjadi sarana pembinaan jati diri.
Pada awal pelaksanaannya, kegiatan ini hanya
diminati oleh sebagian kecil santri. Namun, seiring berjalannya waktu,
antusiasme peserta terus meningkat, yang ditandai dengan bertambahnya jumlah
santri yang mengikuti ekstrakurikuler panahan. Panahan kini dipahami tidak
hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai aktivitas yang bernilai ibadah. Hal
tersebut tercermin dari kedisiplinan santri dalam mengikuti jadwal latihan
rutin yang telah dialokasikan oleh madrasah.
Kegiatan ekstrakurikuler panahan dirancang secara
holistik dan terstruktur. Program latihan meliputi latihan fisik berupa
penguatan otot lengan dan punggung serta latihan pernapasan, pendalaman teknik
memanah yang menitikberatkan pada konsistensi sikap tubuh (stance), anchoring,
hingga pelepasan anak panah (release). Selain itu, pembinaan mental dilakukan
melalui latihan fokus di bawah tekanan dan simulasi pertandingan, termasuk
penyelenggaraan liga internal panahan Diniyyah Puteri pada setiap akhir tahun
pelajaran. Santri juga dibekali keterampilan merawat peralatan panahan, seperti
busur (bow) dan anak panah (arrow), secara mandiri.
Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, atlet
panahan MTsS DMP Diniyyah Puteri berhasil menorehkan berbagai prestasi di
tingkat Provinsi Sumatera Barat. Di antaranya adalah Juara IV kategori Ground
Putri Pelajar tingkat SMP/MTs pada Turnamen Panahan Antar Pelajar Provinsi di
SMA INS Kayutanam tahun 2024 serta perolehan dua medali perunggu pada ajang
GARDA KAS tahun 2025 di Padang Pariaman tingkat pelajar se-Sumatera Barat.
Berbagai manfaat positif dirasakan oleh
santriwari yang mengikuti ekstrakurikuler panahan. Berdasarkan evaluasi dan
testimoni, kegiatan ini mampu meningkatkan fokus dan konsentrasi santri yang
berdampak positif terhadap kemampuan menghafal Al-Qur’an dan memahami pelajaran
di kelas. Selain itu, panahan turut membentuk kematangan emosional, memperbaiki
postur tubuh, serta menumbuhkan rasa percaya diri santriwari.
“Panahan bukan sekadar olahraga akurasi,
melainkan latihan kejujuran antara diri sendiri, busur, dan target,” ungkap
Ustadz Panji.
Umi Rasyidah Z. Day selaku Kepala MTsS DMP
Diniyyah Puteri menyampaikan bahwa kegiatan panahan tidak hanya bertujuan
meningkatkan keterampilan olahraga, tetapi juga membentuk karakter santri.
“Panahan melatih fokus, kesabaran, dan kedisiplinan, sekaligus membentuk santri
yang kuat dan tegar sebagai mujahid Allah. Nilai-nilai ini sangat relevan
dengan pembinaan karakter santri di Diniyyah Puteri,” ujarnya.
Para santri menyambut antusias kegiatan ini.
Mereka merasa ekstrakurikuler panahan menjadi sarana yang menyenangkan
sekaligus menantang untuk mengasah kemampuan diri. Selain itu, kegiatan ini
juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kebersamaan antar sesama peserta kelas
ekstrakurikuler panahan.
“Saya mulai mengikuti ekstrakurikuler panahan
sejak kelas VII. Awalnya hanya ingin mencoba, tetapi ternyata dari panahan saya
mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman,” ujar Siti Adia Nazhera, santri MTsS DMP
Diniyyah Puteri.
Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan panahan,
santri dibekali berbagai teknik dasar hingga lanjutan. “Pada awal latihan kami
diajarkan dua teknik, yaitu teknik tiga jari dan teknik jempol. Teknik tiga
jari lebih umum digunakan karena lebih mudah, sedangkan teknik jempol biasanya
digunakan ketika sudah lebih mahir,” jelasnya.
Memasuki kelas IX, Siti Adia Nazira mengungkapkan
bahwa ia kembali mempelajari teknik lanjutan. “Kami juga diajarkan teknik
Slavic. Teknik ini menambah wawasan kami tentang variasi teknik panahan,”
tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh Sarkana Lauyah, yang
menilai panahan tidak hanya bermanfaat dari sisi olahraga, tetapi juga memiliki
nilai ibadah. “Panahan merupakan sunnah Nabi. Jadi, selain mendapatkan
keterampilan, kami juga berharap mendapatkan pahala,” tuturnya.
Menurut Sarkana, latihan panahan memberikan
dampak positif bagi fisik dan mental santri. “Panahan melatih kekuatan tangan,
ketahanan fisik, serta fokus dan konsentrasi. Hal ini sangat membantu kami,
baik saat latihan maupun dalam kegiatan belajar,” katanya.
Pengalaman mengikuti perlombaan juga menjadi
pembelajaran tersendiri bagi para santri. “Saat lomba, kondisi lapangan
biasanya panas dan ramai, sehingga kami benar-benar dituntut untuk fokus agar
bisa membidik target dengan tepat,” ungkapnya.
Terkait keikutsertaan dalam lomba, Sarkana
berharap santri dapat diberikan kesempatan yang lebih luas. “Kami berharap ke
depan bisa lebih sering mengikuti lomba ataupun event yang dapat mengasah kemampuan
kami, terutama dengan jadwal yang tidak berbenturan dengan ujian,” harapnya.
Sebagai penutup, Siti Adia Nazira menyampaikan
pesan yang selalu diingat dari pelatih panahan. “Ustaz Panji pernah
menyampaikan bahwa setiap langkah yang kita ambil untuk mengambil anak panah di
target akan bernilai pahala. Pesan itu sangat memotivasi kami,” pungkasnya.
Dengan adanya ekstrakurikuler panahan, MTsS DMP
Diniyyah Puteri berharap santri tidak hanya unggul dalam bidang akademik,
tetapi juga memiliki keterampilan nonakademik serta karakter yang kuat, selaras
dengan nilai-nilai keislaman dan pendidikan madrasah. Ekstrakurikuler panahan
tidak hanya menjadi agenda rutin di madrasah, tetapi juga aktif mengikuti
berbagai event perlombaan yang mengasah keterampilan santri dalam menguasai
teknik panahan sekaligus menguji kemampuan diri. Melalui kegiatan panahan,
santri MTsS DMP Diniyyah Puteri belajar bahwa setiap bidikan membutuhkan
kesabaran, fokus, dan niat yang lurus, sejalan dengan nilai-nilai sunnah yang
diajarkan Rasulullah SAW. (Humas MTsS DMP Diniyyah Puteri)
Tulis Komentar