Jejak yang Tak Pernah PergiOleh StarLha
Jejak yang Tak Pernah Pergi

Keterangan Gambar : Photo Saat Perpisahan dengan Umi Ayu dan Umi Fitri


Apa yang kita lakukan untuk diri sendiri akan berakhir bersama usia kita, tetapi apa yang kita lakukan untuk orang lain dan dunia akan tetap hidup dan abadi. Kalimat itu yg disampaikan oleh filsuf dunia, Albert Pike

Hari ini, kita belajar bahwa perpisahan bukanlah akhir dari jejak pengabdian, melainkan awal bagi kenangan untuk menemukan rumahnya di dalam hati.

Umi Ayu dan Umi Fitri,

Hari-hari yang telah kita lalui bersama bagaikan lembaran buku yang ditulis oleh kesabaran, disunting oleh pengabdian, lalu dijilid oleh kenangan yang tak mudah lekang oleh waktu.

Di antara riuhnya tumpukan administrasi, canda di sela-sela kesibukan, serta lelah yang kita sembunyikan di balik senyum, Umi berdua telah menjadi bagian dari cerita yang akan terus kami kenang. Sebagai rekan seperjalanan, kami menyaksikan sendiri bagaimana ketulusan bekerja tanpa banyak suara, bagaimana pengabdian tumbuh tanpa menuntut pujian.

Namun, Seperti kata Heraclitus, "Tidak ada yang abadi selain perubahan."Maka perpisahan ini pun adalah bagian dari sunatullah, yaitu sebuah perpindahan dari satu musim pengabdian menuju musim lain yang telah Allah siapkan berikut dengan hikmah-Nya.

Meski langkah kelak akan menempuh jalan yang berbeda, ada hal-hal yang tak akan pernah beranjak, yaitu ketulusan, keteladanan, dan jejak kebaikan yang telah Umi tinggalkan. Maka, bila manfaat adalah ukuran kemuliaan, sungguh Umi berdua telah menanam banyak kebaikan yang kelak akan terus berbuah, bahkan ketika musim pengabdian ini telah berganti.

Terima kasih telah menjadi sahabat dalam pengabdian, teman dalam perjuangan, dan saudara dalam keluarga besar MTsS DMP, ini.

Terima kasih atas waktu yang dipersembahkan tanpa menghitung lelah, atas senyum yang menguatkan di tengah kesibukan, dan atas kesabaran yang menjadi pelajaran paling indah.

Hari ini kita berpisah dalam jarak, tetapi tidak dalam doa. Sebab orang-orang baik tidak pernah benar-benar pergi. Karena mereka tinggal dalam ingatan, dalam teladan, dan dalam setiap kebaikan yang mereka tanamkan.

Selamat melanjutkan perjalanan, Umi Ayu dan Umi Fitri.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan keberkahan pada setiap langkah, melapangkan setiap urusan, dan mempertemukan kita kembali dalam perjumpaan yang lebih indah, di dunia ataupun di Syurga, InsyaAllah.

Bila pertemuan adalah rahmat, maka perpisahan adalah cara Allah mengajarkan bahwa cinta dan persaudaraan tidak pernah bergantung pada jarak.

Doa kami akan senantiasa menyertai. Sebab ada orang-orang yang mungkin meninggalkan tempatnya, tetapi tak pernah meninggalkan ruang di hati mereka yang pernah berjalan bersamanya.




Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)